Pontianak - Pengurus Harian (PH) LDK kepengurusan 2026 menggelar syuro perdana untuk membahas progres awal masing-masing bidang sekaligus menetapkan identitas kabinet, Pada Jum’at, ( 13/03/2026 ) dengan fokus pada konsolidasi internal, komunikasi antarbidang, dan pembahasan logo kabinet yang akan digunakan selama satu periode kepengurusan.
Dalam forum tersebut, mayoritas bidang melaporkan bahwa program kerja belum berjalan sepenuhnya. Sejauh ini, fokus utama masih pada pembentukan grup bidang, penguatan komunikasi, dan proses bonding dengan anak bidang. Beberapa bidang juga menyampaikan bahwa mereka masih memberikan waktu kepada anggota untuk bersama keluarga sebelum agenda kerja dijalankan lebih intensif.
Bidang Kaderisasi, Pemikat, Humed, Kemuslimahan, dan Danus sama-sama menekankan bahwa pendekatan awal dan komunikasi internal menjadi prioritas utama. Sementara itu, Bidang Pembinaan telah membentuk grup bersama anak bidang, KSB, dan PH, sedangkan Bidang Syi’ar melaporkan progres yang lebih aktif dengan terlaksananya kegiatan safram serta koordinasi yang berjalan baik. Di sisi lain, Bidang Kestari mulai menyiapkan kebutuhan sekretariat, seperti cat, cetakan kaligrafi, lampu, dan data inventaris.
Selain membahas perkembangan bidang, syuro perdana ini juga menetapkan nama kabinet Green Pionir (Pionir Hijau). Nama tersebut dimaknai sebagai simbol pelopor dakwah kampus, dengan “pionir” berarti pelopor dan “hijau” sebagai identitas LDK.
Dalam pembahasan logo, forum menerima beberapa usulan elemen, di antaranya pohon kelapa, kompas dan api, serta kombinasi pohon kelapa dan matahari. Berdasarkan polling, opsi pohon kelapa memperoleh 8 suara, kompas dan api 0 suara, dan pohon kelapa plus matahari 7 suara. Meski demikian, kesimpulan akhir forum menetapkan bahwa logo kabinet LDK 2026 menggunakan elemen pohon kelapa dan matahari.
Syuro perdana ini menjadi langkah awal konsolidasi kepengurusan baru, sekaligus menandai ditetapkannya identitas kabinet Pionir Hijau sebagai arah gerak LDK 2026 ke depan.